Miris! Caleg di Donggala Minta Pindahkan Makam dari Lahan Keluarga Sendiri

Iklan

,

Iklan

iklan

Miris! Caleg di Donggala Minta Pindahkan Makam dari Lahan Keluarga Sendiri

Redaksi Palu Ngataku
19 Feb 2024, 14:23 WIB Last Updated 2024-02-19T06:23:20Z

Proses pemindahan makan jenazah di Donggala. (Foto: tangkapan layar FB Viral News)

Palu Ngataku
- Seorang calon legislatif (caleg) di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, membuat geger publik dengan permintaannya untuk memindahkan makam dari lahan keluarganya sendiri. Permintaan ini muncul setelah caleg tersebut mendapatkan perolehan suara yang kecil pada Pemilu 2024.


Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, Caleg yang berinisial MR ini mengaku kecewa dengan hasil perolehan suaranya di sembilan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kelurahan Kabonga Besar hanya meraup 165 suara.


Saat di konfirmasi, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari membenarkan adanya pembongkaran makam keluarga di kelurahan Kabonga Besar Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.


"Iya, benar ada kejadian itu. Kami sudah menerima laporan dari warga," kata Sugeng kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/2/2024).


Sugeng menyebut, informasi ini bermula pada hari sabtu 17 Februari 2024, istri dari pada salah satu anggota calon legistatif salah satu partai yang kebutulan menjadi Caleg di DPRD Kabupaten Donggala mendatangi keluarganya Surejo dengan meminta supaya kuburan Almarhum Sahlan Bin Lamoge yang meninggal tahun 2019 untuk dipindahkan, sebutnya.


Sehingga dari pihak keluarga Almarhum karena ada desakan yang apabila tidak dilaksanakan, mereka juga akan diusir dari rumah yang mereka tinggali. Menanggapi hal tersebut pihak keluarga Almarhum langsung berkordinasi dengan pihak kelurahan soal pemindahan makam tersebut, tambahnya.


“Jarak pemindahan makam tersebut hanya berjarak 20 meter dari lokasi sebelumnya,” ucap Sugeng.


Sugeng mengungkapkan, terkait dengan kekesalan pihaknya belum bisa menyimpulkan karena perhitungan suara masih berlangsung atau belum berakhir. Hanya karena ada hal-hal sangat prinsip menurut mereka, sehingga pihak keluarga langsung memindahkan makam tersebut, tandasnya.

Iklan

Idul Fitri Kaopsda space iklan RADDIKALISME space iklan AYO BERIKLAN space iklan PALU NESIA