Ketua FKUB Sulteng Angkat Bicara Soal Bentrok Ormas di Kota Bitung Sulut

Iklan

,

Iklan

iklan

Ketua FKUB Sulteng Angkat Bicara Soal Bentrok Ormas di Kota Bitung Sulut

Redaksi Palu Ngataku
27 Nov 2023, 21:34 WIB Last Updated 2023-11-27T13:34:00Z

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng Profesor Zainal Abidin. (Foto: Instagram @zineelebidin)

Palu Ngataku -
Massa aksi bela Palestina terlibat bentrok dengan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (25/11/2023).


Menurut penjelasan Kepolisian setempat, insiden berawal saat salah satu ormas merayakan HUT ke-12 di wilayah GOR Dua Saudara, Bitung. Acara itu telah memperoleh ijin dari Kesbangpol Kota Bitung dan Polres Bitung.


Tak lama kemudian, massa aksi bela Palestina melintas dilokasi, hingga akhirnya diduga muncul kesalahpahaman yang berujung bentrokan. Dua orang dilaporkan luka-luka dan satu orang meninggal dunia.


Menyikapi peristiwa di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng Profesor Zainal Abidin angkat bicara, Senin (27/11/2023) di Palu.


“Perang Gaza di Palestina bukan perang agama tetapi penindasan dan pembantaian terhadap manusia dan kemanusiaan,” kata Prof. Zainal Abidin.


“Disana bukan hanya dihuni oleh umat Islam tetapi ada yang beragama lain. Yang di bom bukan hanya masjid tetapi ada gereja dan tempat ibadah lain,” ujarnya.


Prof. Zainal Abidin juga menyebut, Jihad kita adalah jihad untuk membela manusia dan kemanusiaan dimana saja dimuka bumi bukan hanya di Palestina, termasuk menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia bukan kemanusiaan.


“Tuhan dan agama tidak perlu dibela justru Tuhan hadir dengan mengirimkan agama untuk membela manusia dan kemanusiaan. Jihad itu bukanlah untuk Tuhan dan agama tetapi untuk membela manusia dan kemanusiaan” terang Prof. Zainal yang juga Ketua MUI Kota Palu.


Tidaklah tepat (benar) dengan alasan membela Tuhan dan agama lalu membolehkan menghancurkan manusia dan kemanusiaan, tegasnya.


“Saya kira intinya adalah kita serahkan kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk melakukan tindakan sesuai peraturan dan perundang undangan berlaku,” pesaannya.


Guru Besar UIN Datokarama Palu ini juga meminta, kepada seluruh umat beragama khususnya umat islam untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita  dan informasi yg tidak bertanggung jawaab terhadap peristiwa Bitung.


Tokoh pembaharu Islam modern juga mengimbau masyarakat untuk tetap mejaga dan memelihara kerukunan dan kedamaian umat beragama yg sudah sangat terjalin dengan baik di Provinsi Sulteng, pungkasnya.

Iklan

IKLAN PEMILU 2024 space iklan