Waspada! Ini Tiga Gejala Gangguan Kesehatan Saat Cuaca Panas

Iklan

,

Iklan

iklan

Waspada! Ini Tiga Gejala Gangguan Kesehatan Saat Cuaca Panas

Redaksi Palu Ngataku
13 Jul 2023, 12:00 WIB Last Updated 2023-07-13T04:00:05Z

Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Istimewa/Palu Ngataku)

Palu Ngataku
Seorang dokter dari Broadgate General Practice, Johannes Uys menyebut ada tiga gejala yang kemunculannya sering kali dikaitkan dengan cuaca panas. Padahal, ketiga gejala ini juga bisa disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan.


Seperti dilansir dari laman Express, Rabu (12/7/2023), Uys menyarankan agar orang-orang tidak mengabaikan ketiga gejala ini bila muncul di saat cuaca panas. Ketiga gejala tersebut di antaranya:

1. Lelah
Rasa lelah yang terus-menerus muncul atau terasa semakin berat mungkin bukan disebabkan oleh cuaca panas, melainkan suatu masalah kesehatan seperti anemia, gangguan tiroid, atau infeksi tertentu.

"Bila Anda merasa terus-terusan lelah, atau rasa lelah semakin memburuk secara progresif, Anda sebaiknya berpikir untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional," jelas dr Uys.

Pada kasus gangguan tiroid seperti hipotiroidisme, misalnya, kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi hormon tiroid yang cukup. Padahal, hormon ini berperan dalam meregulasi metabolisme dan produksi energi di dalam tubuh.

2. Sakit Kepala
Paparan cuaca yang panas juga dapat membuat banyak orang merasa pusing atau sakit kepala. Akan tetapi, sakit kepala yang terasa sangat berat atau muncul secara berulang kemungkinan bukan disebabkan oleh cuaca panas.

Menurut dr Uys, keluhan sakit kepala yang berat atau berulang bisa disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan yang lebih serius dari sekedar cuaca panas. Beberapa di antaranya adalah sinusitis dan tekanan darah tinggi.

"Peningkatan tekanan dan stres pada pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk di otak, bisa memicu sakit kepala yang hebat," ucap dr Uys.

Di sisi lain, dr Uys mengatakan cuaca yang panas juga dapat memicu peningkatan tekanan darah. Hal ini bisa terjadi karena tubuh kerap merespons panas dengan cara melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit.

"Hal itu menyebabkan aliran darah ke kulit meningkat, dan pembuluh darah di beberapa bagian tubuh lain bisa sedikit menyempit (sehingga tekanan darah meningkat)," ungkapnya.

3. Kesulitan Bernapas
Udara yang panas dan lembap bisa membuat orang-orang merasa sedikit lebih sulit untuk bernapas. Akan tetapi, kesulitan bernapas seperti sesak napas tak selalu berkaitan dengan cuaca panas.

Keluhan sesak napas bisa dipicu oleh beberapa masalah pernapasan yang serius. Sebagian di antaranya adalah asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

"Bila kesulitan bernapas terasa berat atau terus-menerus, perlu ada penanganan medis," tukasnya.

Iklan

Idul Fitri Kaopsda space iklan RADDIKALISME space iklan AYO BERIKLAN space iklan PALU NESIA