Hari Ketiga Operasi Patuh Tinombala, Sejumlah Fakta Terjadi di Sulteng

Iklan

,

Iklan

iklan

Hari Ketiga Operasi Patuh Tinombala, Sejumlah Fakta Terjadi di Sulteng

Redaksi Palu Ngataku
13 Jul 2023, 19:46 WIB Last Updated 2023-07-13T11:46:14Z

Dirlantas Polda Sulteng Kombes Pol Dodi Darjanto, S.I.K. (Foto: Istimewa/Palu Ngataku)

Palu Ngataku
- Polda Sulteng melakukan Operasi Patuh Tinombala dari 10 hinga 23 Juli 2023. Dalam operasi yang sudah berlangsung selama tiga hari hingga Rabu 12 Juli 2023, Polda Sulteng sudah menemukan ribuan pelanggaran.


Dirlantas Polda Sulteng Kombes Pol Dodi Darjanto, S.I.K. mengatakan, hingga hari ketiga operasi tercatat 3.560 pelanggar lalulintas, ujar Dirlantas saat memberikan keterangan pers di ruang NTMC Ditlantas Polda Sulteng, Kamis (13/7/2023).


Dodi menyebut jumlah kecelakaan relatif turun empat kejedian, sebab kecelakaan diawali dengan terjadinya pelanggaran, dengan meningkatnya kehadiran kepolisian tentunya menurunkan tingkat kecelakaan, sebutnya.


"Kami dari Polri mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat Sulawesi Tengah yang lebih taat dari sebelumnya karena tercatat jumlah kecelakaan menurun," kata Dodi.


Namun demikian, masih banyak pelanggaran yang terjadi dan terekam oleh Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Polda Sulteng tercatat ada 210 kasus tidak menggunakan helm, pengemudi dibawah umur 11 orang, berbonceng lebih dari 1 orang 6 kasus, ungkap Dodi.


Selanjutnya, pengemudi menggunakan HP 93 kasus, tidak menggunakan safety belt 254 kasus dan over demension dan over loading (ODOL) 16 kasus, jelasnya.


Sementara untuk jumlah kecelakaan turun 50 persen dari tahun sebelumnya, untuk pelanggar kebanyakan rata-rata dari pekerjaan PNS dan usia produktif 30 sampai 40 orang, terang Dirlantas.


Kemudian Dodi menerangkan, personel bertindak dengan cara penjagaan pengawasan dan penindakan, bukan berbentuk operasi tapi peningkatan peran dari polisi yang bertugas di perempatan maupun pertigaan untuk mengamankan masyarakat di jalan, bebernya.


Saat melihat pelanggaran kasat mata di jalan, personel dibekali dengan aplikasi elektronik tilang penindakan secara langsung tanpa adanya transaksional, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir adanya korban pungli atau penyimpangan yang dilakukan petugas dilapangan, tegas Dirlantas.


Sampai hari ketiga operasi tercatat situasi sangat aman, bahkan lebih aman dari tahun sebelumnya karena peningkatan kualitas kendaraan di jalan dibarengi dengan peningkatan ketaatan masyarakat pengguna jalan, pungkasnya.

Iklan

IKLAN PEMILU 2024 space iklan